17 August 2022

Foto:PKP/frd_let_ech

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH selama 3 hari berturut-turut, sejak Kamis (30/6) hingga Sabtu (2/7) menyerahkan kunci kepada total 10 warga berpenghasilan rendah, salah satunya adalah Yuliana Lay Tari Tuapane, seorang janda yang telah menderita kanker rahim sejak beberapa tahun lalu.

Ketika tiba di kediaman Yuliana atau Mama Lay, begitu sapaan akrabnya, Wali Kota dan para pejabat yang mendampingi tergerak iba, ketika melihat kondisi Mama Lay yang terbaring lemah karena sakit. Namun sebaliknya, Mama Lay justru tersenyum haru ketika melihat sosok Wali Kota Jeriko yang menyapanya sembari menyentuh tangannya. Dengan lirih Mama Lay mengucapkan terima kasih, “terima kasih Bapa Wali Kota. Semoga TUHAN selalu memberkati Bapa Wali”, ujarnya menambah rasa haru semua yang hadir saat itu.

Nyola, ketua RW 9 yang mewakili keluarga ketika menyampaikan ungkapan hati keluarga berkisah bahwa sebelum dibedah, Mama Lay tinggal di rumah berdinding daun lontar yang sangat tidak layak dan sempit. Kondisi tersebut berkali-kali diusulkan dalam setiap forum musyawarah di tingkat kelurahan, namun baru d

iakomodir dalam program bedah rumah tahun ini. Mewakili keluarga Lay Tari Tuapane, Nyola menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah kepada Mama Lay melalui program bedah rumah. Menurutnya, bantuan bedah rumah yang diberikan kepada Yuliana Lay Tari Tuapane sangat tepat sasaran, karena Mama Lay tergolong sebagai dalam keluarga pra sejahtera dan ditambah kondisinya yang sakit parah, sehingga sangat layak menerima bantuan tersebut.

Diketahui, sejak tahun 2020 hingga semester pertama tahun 2022 ini, program bedah rumah yang bersumber dari APBD sudah terealisasi 92 persen. Sebanyak 261 dari total 281 rumah telah rampung dibedah dan diserahterimakan, terdiri dari 72 rumah pada tahun 2020, 99 unit di tahun 2021. Di tahun 2022 sendiri, 90 hasil bedah rumah dari target 110 sudah rampung dikerjakan dan diserahkan, termasuk rumah Mama Lay.

Secara berturut-turut selama 3 hari, sejak Kamis (30/6), Wali Kota Kupang telah menyerahkan kunci kepada 10 warga. Kunci pertama diserahkan kepada Maria Keluanan, seorang janda 6 anak warga RT 2 RW 1 Kelurahan Oepura. Kemudian Wali Kota dan rombongan bertolak ke Kelurahan Fontein, di RT 27 RW 9 untuk menyerahkan kunci rumah kepada Yuliana Lay Tari Tuapahe. Selanjutnya Wali Kota menyerahkan kunci kepada Adelfince Malelak, warga RT 17 RW 5 Kelurahan Nefonaek, Hadji Puan Rangga di RT 10 RW 5 Kelurahan Kelapa Lima dan Selfiana Selly, seorang janda lanjut usia warga RT 9 RW 3 Kelurahan Oesapa Barat.

Keesokan harinya, Jumat (1/7), Wali Kota menyambangi 2 kelurahan, untuk menyerahkan kunci hasil bedah rumah secara langsung kepada Seprianus Dominggus Nafie, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Manutapen. Seprianus adalah seorang guru honor komite yang juga bekerja sampingan sebagai kuli bangunan. Setelah itu, Wali Kota menyerahkan kunci kepada Alexander Nenohalan, seorang pendeta yang berdomisili di RT 6 RW 3 Kelurahan Batuplat, selain melayani jemaatnya sebagai seorang pendeta, Alexander juga bekerja sampingan sebagai penjual keliling.

Dihari ketiga, Sabtu (2/7), Wali Kota kembali menyerahkan kunci hasil bedah rumah kepada Elias Suni, warga kelurahan Kayu Putih, RT 30 RW 8. Wali Kota disambut Elias dan keluarga serta warga. Seorang perwakilan keluarga, Albertus Lake menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota atas program bedah rumah yang dicanangkan. Ia menilai program pro rakyat tersebut benar-benar menyentuh dan sangat bermanfaat bagi masyarakat kecil. Albertus juga berharap bantuan bedah rumah bisa terus dilanjutkan karena menurutnya masih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengapresiasi penataan kota yang sudah diwujudkan pemerintah, “Kota Kupang sekarang terlihat semakin berubah dan tertata lebih baik. Kami berterimakasih kepada Wali Kota bersama jajaran karena telah mengubah wajah Kota Kupang menjadi kota yang baik dan layak huni”, ujar Albertus.

Wali Kota Kupang dalam sambutannya setelah menyerahkan kunci kepada Elias mengatakan bahwa program bedah rumah adalah gagasannya bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man. Sejak awal, mereka berusaha semampunya agar program-program prioritas ini bisa berjalan dengan baik. Wali Kota menyadari bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, namun dirinya meminta masyarakat untuk tetap bersabar karena keterbatasan anggaran Pemkot sehingga bantuan diwujudkan secara bertahap. Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada para relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan unsur LPM yang telah membantu pemerintah Kota Kupang mewujudkan program bedah rumah. “Berkat sinergi dengan semua pihak, Pemkot Kupang dapat merealisasikan berbagai program prioritas termasuk salah satunya, program bedah rumah ini. Kami berterima kasih atas informasi dan masukan sehingga pemerintah memperoleh data warga yang butuh dibedah rumahnya”, tambah Wali Kota Kupang.

Penyerahan dihari ketiga itu dilanjutkan di Kelurahan Oesapa Barat. Wali Kota menyerahkan kunci kepada warga RT 5 RW 2 bernama Yosafat Sone yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Sebelum rumahnya dibedah, Yosafat bersama istri dan 4 orang anaknya menghuni rumah yang jauh dari kata layak, sebagian rumahnya telah reot termakan usia. Dindingnya ditambal seadanya karena berlubang hampir di semua bagian dan tidak ada kamar yang memadai bagi anggota keluarganya. Terakhir, Wali Kota bergeser ke RT 2 RW 1, untuk menyerahkan kunci hasil bedah rumah kepada Christian A. Pellondou, yang bekerja sebagai petani demi menghidupi seorang istri dan 6 orang anak.

Para penerima program bedah rumah juga menerima bantuan berupa sejumlah perabot rumah tangga seperti tempat tidur dilengkapi dengan kasur, bantal dan seprai, juga ada kursi dan meja serta perabot rumah tangga lainnya. Bantuan tersebut merupakan sumbangan pribadi Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe dan para donatur lainnya.

Selain program bedah rumah, Pemkot juga mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program bantuan stimulan penyedia rumah swadaya (BSPRS) yang bersumber dari dana alokasi khusus. Sejak tahun 2018, melalui BSPRS telah terbangun sebanyak 513 rumah, sedangkan untuk tahun 2022 ini, rencananya akan dibangun 249 unit rumah yang tersebar di 8 kelurahan yaitu Penfui, Oesapa, Lasiana, Oebobo, Pasir Panjang, Kuanino, Airnona dan Alak. *PKP_enj/jms/nt*

Leave a Reply

Your email address will not be published.