3 July 2022

Foto:PKP/eh

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH, menggandeng para pengusaha di Kota Kupang untuk ikut serta berkolaborasi mengelola dan menata taman-taman yang ada di Kota Kupang. Permintaan tersebut disampaikannya dalam _Coffee Morning_ bersama Real Estate Indonesia (REI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Indonesia (HIPMI) dan Kadin Kota Kupang di Restoran Subasuka, Jumat (13/5).

Menurutnya kerja sama pengelolaan taman tersebut harus ada _take and give-nya_. Misalnya, jika pengusaha mau bantu lampu untuk taman, maka bisa dikemas dengan semacam iklan tentang produk atau usaha mereka. Wali Kota mengakui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu dipertahankan untuk menata Kota Kupang jadi lebih baik.

Menanggapi keluhan para pengusaha tentang sistem pengurusan perizinan yang dinilai rumit, Wali Kota langsung memerintahkan Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang merancang waktu khusus untuk memberikan arahan teknis bagi para pengusaha dan warga yang hendak memproses perizinan, tentang pemanfaatan sistem _Online Single Submission_ (OSS) untuk perizinan serta sistem lain seperti Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) yang berbasis web yang terintegrasi dengan _Online Single Submission_ (OSS). Bahkan menurutnya bila perlu didatangkan ahli dari pusat untuk memberikan penjelasan yang lebih baik tentang sistem tersebut kepada petugas dan para pelaku usaha.

Kepada petugas pada dinas teknis yang memproses perizinan, Wali Kota mengimbau agar tidak menghambat atau mempersulit pengurusan perizinan para pelaku usaha di Kota Kupang. Karena menurutnya usaha mereka, seperti REI yang membangun perumahan menyerap banyak tenaga kerja di Kota Kupang, apalagi di tengah pandemi, saat banyak orang kesulitan mencari pekerjaan. “Niat kita untuk membantu para pelaku usaha. Orang datang dengan investasi, jangan dipersulit. Kalau ini berjalan, ekonomi kita akan bertumbuh. Mari berjalan bersama kelola Kota Kupang jadi lebih baik,” imbaunya.

Wali Kota Jeriko memastikan meski masa jabatannya akan berakhir pada 22 Agustus 2022 mendatang, namun dia tetap berkomitmen siapa pun Wali Kota nanti pembangunan Kota Kupang harus tetap berlanjut. Karena itu dia berharap kerja sama yang sudah terjalin antara Pemkot Kupang dan pengusaha bisa terus berjalan.

Dukungan untuk penataan taman di Kota Kupang pertama kali disampaikan oleh Ketua Kadin Kota Kupang, Djemy Lassa. Menurut pantauan mereka taman di Kota Kupang seperti Taman Nostalgia selama ini kurang ditata secara baik. Karena itu mereka menawarkan kolaborasi positif bersama Pemkot Kupang menata taman-taman tersebut untuk pengembangan UKM. Diakuinya dalam proses pembangunan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Perlu ada kolaborasi dengan semua pihak termasuk pelaku usaha. Menurutnya Wali Kota Jeriko yang juga pelaku usaha tentunya lebih paham dan siap mendukung para pengusaha.

Dukungan senada juga disampaikan Ketua Umum HIPMI Kota Kupang, Yusak Victor Benu. Menurutnya jika suatu daerah mau maju harus mendorong pelaku UKM dan ekonomi kreatifnya. Sayangnya sebagian besar para pelaku usaha tersebut kurang paham tentang regulasi dan perizinan, karena itu perlu dibekali dengan pelatihan. Pihaknya menyambut baik rencana Wali Kota Kupang bersama dinas teknis yang hendak menyiapkan waktu khusus untuk memberikan penjelasan teknis tentang penggunaan sistem perizinan terbaru kepada masyarakat dan pelaku usaha. Tentang dukungan penataan taman kota, menurutnya tahun ini pihaknya menerima bantuan _Corporate Social Responsibility_ (CSR) dari PT. Pelindo berupa 20 gerobak untuk pelaku UKM. Mereka akan berkoordinasi dengan Pemkot Kupang untuk menempatkan gerobak-gerobak tersebut di spot-spot taman kota, sehingga bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UKM.

Ketua REI NTT, Boby Pitoby, mengakui perlu ada sesi khusus untuk memberikan penjelasan teknis oleh petugas tentang bagaimana menggunakan sistem dalam proses perizinan. Karena berdasarkan pengalaman pribadinya, beberapa kali usulan izin yang diajukannya ditolak sistem karena berbagai kendala dan persyaratan yang belum dilengkapi. Dengan sesi khusus itu diharapkan baik petugas maupun masyarakat termasuk pelaku usaha bisa sama-sama belajar dan menyamakan persepsi.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto. Dia mengapresiasi forum _Coffee Morning_ seperti ini sebagai ajang untuk bisa saling kenal, tukar pikiran dan gagasan untuk menentukan arah pembangunan Kota Kupang ke depan. Diakuinya sesi khusus perlu disiapkan karena banyak rekan-rekannya pelaku usaha yang hendak membangun seperti perumahan dan ruko masih terhambat karena terkendala aturan dan sistem.

Turut mendampingi Wali Kota dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang bersama salah satu stafnya, Kabag Hukum dan Kabag Prokopim Setda Kota Kupang. *PKP/ans_nt*

Leave a Reply

Your email address will not be published.