1 July 2022

Foto:PKP/eh

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, menyerahkan bantuan stimulan perbaikan rumah kepada korban terdampak badai siklon tropis seroja tahun 2021 di Kota Kupang. Penyerahan berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Senin (11/4). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kajari Kota Kupang, Banua Purba, SH, MH, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. T Binti, SIK, Dandim 1604 Kupang, Letkol Inf. Muhammad Iqbal Lubis, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo dan Kepala BRI Cabang Kupang, Stefanus Yuarto. Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, SH dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si.

Dalam sambutannya Wali Kota Kupang mengakui dana bantuan ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kota Kupang. Menurutnya bantuan untuk para korban terdampak badai siklon tropis seroja ada dua jenis, yakni berupa rumah siap huni yang sudah dibangun dan uang tunai yang hari ini sudah mulai disalurkan.

Kepada warga Kota Kupang, Wali Kota menjelaskan dana tersebut tidak ada pada Pemkot Kupang, tetapi ada di rekening bank masing-masing penerima. Pemkot Kupang hanya bertanggung jawab mengurus kelengkapan administrasinya. Lambatnya proses pencairan dana stimulan seroja ini menurutnya diakibatkan oleh beberapa kendala. Salah satunya adalah menunggu warga penerima bantuan membuka rekening baru di bank penyalur. Kendala lainnya adalah Pemkot Kupang tidak memiliki anggaran untuk membiayai petugas pengecekan di lapangan untuk kelengkapan administrasi. Beruntung ada dukungan dari lurah dan camat yang membantu melakukan pendataan dan pengecekan di lapangan. Hingga saat ini proses untuk kelengkapan administrasinya sudah mencapai 80 persen.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga berterima kasih kepada Kapolres Kupang Kota dan Dandim 1604 beserta jajarannya yang sudah ikut membantu Pemkot Kupang mendata warga terdampak badai siklon tropis seroja beberapa waktu lalu. Terima kasih juga disampaikannya kepada Kajari Kota Kupang yang telah berkenan mempersiapkan tempat untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Kegiatan hari ini dengan dukungan Forkopimda merupakan langkah awal agar kami bisa lebih transparan dan proses administrasinya lebih jelas,” tambahnya.

Kajari Kota Kupang, Banua Purba, SH, MH, menambahkan Forkopimda Kota Kupang juga ingin memastikan dana bantuan seroja tersebut disalurkan dengan benar dan tepat untuk kepentingan masyarakat. Kajari juga minta bantuan para camat dan lurah untuk membimbing warga yang kurang paham untuk segera melengkapi berkas administrasi yang disyaratkan, supaya semua warga yang terdampak bisa segera menerima dana bantuan tersebut. Kepada BPBD dan Bank penyalur Kajari mengingatkan untuk menyampaikan informasi secara jelas dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi dan prasangka buruk pada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si, dalam laporannya menyampaikan pada hari ini dana bantuan stimulan untuk 145 KK terdampak seroja dari kelurahan Oepura dan Airmata sudah bisa dicairkan. Hingga saat ini tersisa 11.800 warga terdampak yang belum dicairkan dananya.

Ditambahkannya dari hasil pengecekan lapangan oleh petugas ada 184 KK yang dihapus, ada peluang masih akan bertambah sejalan dengan proses verifikasi data di lapangan.

Sementara untuk penyaluran baik dari penyalur ke penerima Bantuan Stimulan Rumah (BSR) di Kota Kupang sampai saat ini Rp. 94.455.000.000-, untuk 42 kelurahan dengan jumlah 7.581 KK, sedangkan sisanya sementara diproses.

Launching penyerahan bantuan stimulan perbaikan rumah kepada korban terdampak badai siklon tropis seroja tahun 2021 di Kota Kupang tersebut ditandai dengan penyerahan buku tabungan kepada perwakilan warga penerima bantuan dari Kelurahan Airmata dan Kelurahan Oepura. *PKP/ans_nt*

Leave a Reply

Your email address will not be published.