25 June 2022

Foto:PKP/rdp

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mensosialisasikan upaya penanganan stunting bagi 35 calon pasangan pengantin. Sosialisasi yang dikemas sebagai bagian dari kursus persiapan perkawinan tersebut berlangsung di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kupang, Kamis (10/3). Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Mau Kuru, S.E, M.Ph serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, drg. Fransisca Johana H. Ikasasi.

Dalam arahannya Wawali menyampaikan pemerintah akan memperkuat dan meningkatkan sinergi dengan seluruh pimpinan keagamaan dari seluruh denominasi yang ada dalam wilayah Kota Kupang untuk penanganan stunting. Penanganan stunting akan diedukasi kepada seluruh pasangan calon suami istri melalui penyelenggaran ELSIMIL, agar mendapatkan pasangan yang layak dan siap melangsungkan tahapan pernikahan.

Wawali yang juga berprofesi sebagai dokter itu menekankan bahwa dukungan untuk penanganan stunting dimulai dari pemberian edukasi pada pasangan calon suami istri melalui sosialisasi yang saat ini dilakukan. Selain penggunaan Aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil), Pemerintah Kota Kupang juga memberikan kesempatan bagi seluruh pasangan calon suami istri untuk membangun komunikasi dan konsultasi secara langsung pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, untuk membantu mempersiapkan pernikahan yang layak dan searah dengan program pemerintah dalam penanganan stunting. “Tugas kami untuk melindungi warga NKRI, bukan untuk melarang orang menikah dengan aturan yang bertele-tele. Niat baik kami adalah mempersiapkan keluarga yang sehat,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, S.E.,M.Ph pada kesempatran yang sama menyampaikan bahwa stunting telah menjadi isu nasional dan merupakan fokus penanganan pemerintah. Oleh karena itu BKKBN pusat telah bekerja sama dengan lembaga – lembaga keagamaan, agar pelaksanaan kegiatan ELSIMIL juga dapat menjadi saluran informasi penanggulangan stunting. Menurutnya keberadaan stunting dipengaruhi oleh sejumlah faktor bawaan dari pasangan calon suami istri antara lain; usia,kesehatan, frekuensi kehamilan dan postur tubuh. Melalui kegiatan implementasi ELSIMIL para pasangan calon suami istri diberikan edukasi tentang bagaimana menyiapkan pernikahan ideal yang terhindar dari stunting. *PKP/rdp_nt*

Leave a Reply

Your email address will not be published.