2 July 2022
foto:PKP_jm

Berdasar pada angka penyebaran dan pasien Covid-19 yang terus meningkat di Kota Kupang, Pemerintah Provinsi NTT melaksanakan Rapat Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Kupang, Jumat (5/2) bertempat di ruang rapat Gubernur NTT.

Rapat dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si., didampingi Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, M.M., Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing dan dihadiri oleh Pimpinan Forkopimda NTT serta Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kapolres Kupang Kota, Satrya Perdana Tarung Binti, S.IK, dan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si.

Dalam rapat tersebut setiap pimpinan Forkopimda di berikan kesempatan untuk menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan atau yang akan dilakukan dalam penanganan covid-19 oleh masing-masing instansi.

Khusus untuk Kota Kupang, Wakil Wali Kota (Wawali) dalam pemaparannya menyampaikan kepada Gubernur NTT bahwa untuk Kota Kupang telah dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 9 Februari 2021. Selanjutnya Wawali mengatakan ada 3 penyebab kasus atau kematian karena covid-19 sangat tinggi di Kota Kupang yaitu, pertama adalah faktor komorbid atau penyakit bawaan pasien yang membuat penderita lebih cepat masuk dalam fase kritis, yang kedua adalah kelompok-kelompok dengan risiko paparan virus yang tinggi rata-rata umurnya di atas 60 tahun, dan yang ketiga adalah faktor transmisi lokal akibat reproductive rate di Kota Kupang sangat tinggi yaitu 1,7, artinya pada 100 orang dapat menjangkitkan pada 170 orang lainnya.

“Selanjutnya untuk vaksinasi saya mau memberikan jaminan kepada semua tenaga kesehatan hari ini untuk diselesaikan proses vaksinasi, karena pada 3 hari lalu sisanya masih 1504 orang yang belum divaksin, sisanya 60% dan hari ini akan kami selesaikan,” ungkap dr. Herman

Menyangkut arahan Presiden dan Gubernur terkait pembatasan level mikro, Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan konsep sesuai arahan Gubernur yaitu 5M (Memakai masker, Mencuci Tangan menggunakan sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi Mobilisasi atau Interaksi) dan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

“Kalau 3T pak Gubernur saya jamin sudah tidak perlu keluar biaya karena puskesmas di Kota Kupang dan jajaran kesehatan sudah sanggup membiayai semuanya dan anggaran kami sangat siap, sedangkan untuk 5M yang selama ini berada di tingkat tinggi kami turunkan ke level kelurahan. Jadi akan ada petunjuk dan SK gugus tugas kelurahan yang melibatkan teman-teman dari TNI/Polri serta tokoh agama dan tokoh adat. Tugas mereka adalah menjamin 5M, membantu orang yang sedang isolasi mandiri di rumah,” jelas wawali

Lebih lanjut wawali mengatakan terkait isolasi mandiri untuk puskesmas sudah lengkap persiapannya, sedangkan untuk isolasi mandiri di rumah akan diperhatikan kelayakan rumah, apakah bisa dijadikan tempat isolasi mandiri atau tidak?. Apabila tidak memenuhi syarat maka pasien akan diisolasi terpusat di rumah sakit. Dari pemetaan di Kota Kupang akan ada 3 kategori isolasi yaitu, isolasi mandiri di rumah, isolasi polling yaitu menggunakan hotel dan isolasi rumah sakit. Khusus isolasi mandiri akan di bantu dengan pemberian 3 jenis vitamin yaitu, vitamin (B C D) dosis tinggi, tablet zink dan obat anti virus.

Pemerintah Kota Kupang akan menyiapkan anggaran untuk pengadaan alat tes PCR yang targetnya adalah 500 spesimen PCR per hari. Di sisi lain mulai besok di laboratorium maupun di klinik yang melakukan tes rapid antigen atau swab PCR akan ditempatkan petugas dari Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk memantau agar apabila ada pasien dengan hasil positif maka langsung diisolasi secara terpadu.

Wawali juga meminta dukungan Gubernur NTT terhadap upaya pencegahan pada pelayanan publik seperti bank, toko, pasar dan mall. Beliau berharap agar setiap 2 minggu dilakukan rapid tes antigen dengan biaya sendiri bagi semua karyawan dan mengumumkan kepada publik.

Gubernur NTT mengatakan siap memberi dukungan terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang. Beliau juga memberikan masukkan dan penegasan pada beberapa hal, misalnya terkait isolasi mandiri di rumah yang harus ketat pengawasannya mengenai kondisi rumah, karena menurutnya akan sangat berbahaya apabila pasien isolasi mandiri di rumah tapi tidak layak huni seperti ketersediaan MCK dan penunjang lainnya.

Viktor Laiskodat sapaan akrab Gubernur NTT berharap agar konsep-konsep yang telah disampaikan dalam rapat agar segera mungkin dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kupang. Keputusan mengenai pengelolaan anggaran tidak boleh ragu-ragu karena situasi sedang darurat bencana.

“Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan keadaan ini, semua harus peduli dan tanggap bersama. Pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan covid-19,” ungkap Gubernur Viktor

Gubernur NTT menegaskan akan menindak langsung pihak yang melakukan keramaian dengan melakukan patroli dan memberikan peringatan bagi rumah makan dan toko-toko. Untuk rumah makan hanya bisa dibawa pulang dan tidak boleh makan di tempat, sedangkan untuk toko-toko akan dibatasi pengunjungnya. Jika melanggar akan diberikan 1 kali peringatan, apabila tidak diindahkan lagi maka akan ditindak tegas. Khusus untuk perayaan pesta tidak boleh dilaksanakan sampai bulan Mei, dikatakannya Pemerintah akan sangat tegas untuk hal ini karena untuk mencegah keramaian dan kerumunan. Penertiban yang ketat juga untuk pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker. *PKP/nt_chr*

Leave a Reply

Your email address will not be published.