1 July 2022

foto:let

foto:let

Pembangunan bioskop misbar (gerimis bubar) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kota Kupang dipastikan akan dilanjutkan. Pekerjaan ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 87 hari. Kepastian ini disampaikan dalam rapat pembahasan lanjutan rencana revitalisasi pembangunan Misbar antara Wali Kota Kupang bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta kontraktor pelaksana dan pengawas di Hotel Sotis, Rabu (7/10).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah memberikan perhatian yang luar biasa kepada Kota Kupang lewat pembangunan Misbar dengan desain yang unik tersebut. Proyek ini menurutnya sejalan dengan rencana Pemkot Kupang untuk membantu masyarakat dalam menunjang peningkatan ekonomi serta memberi ruang yang layak bagi para seniman dan pelaku usaha kreatif lainnya di Kota Kupang. Letak bioskop misbar yang strategis yakni di lokasi eks Restoran Teluk Kupang diyakininya akan menjadi daya tarik bagi kaum muda untuk berkumpul dan rekreasi.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu mengakui proyek ini merupakan bentuk perhatian khusus pemerintah pusat dan tidak semua daerah memperolehnya. Tanggung jawab Pemkot Kupang adalah bagaimana mendukung agar proyek ini bisa berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu. “Apapun kendala yang dihadapi tolong sampaikan supaya kita bisa bantu, misalnya kendala pengangkutan dan pengiriman barang” tambahnya.

Kepada kontraktor pelaksana pekerjaan ini Wali Kota minta untuk bekerja sungguh-sungguh karena waktu yang diberikan cukup singkat. Dia berharap mudah-mudahan tahun depan destinasi wisata baru ini sudah dapat dinikmati oleh Warga Kota Kupang. Rencananya bioskop misbar ini akan dihubungkan dengan alun-alun Kota Kupang yang berada tepat di seberang jalan.

Elizabeth, salah satu Kasubdit yang mewakili Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pertemuan tersebut mengakui pekerjaan pembangunan misbar ini pada tahap awal mengalami kesulitan. Karena itu pihaknya sudah melaksanakan lelang dan menetapkan pemenangnya. Semula harapan mereka ada penyedia lokal asal Kupang yang memenangkan lelang ini, namun setelah melalui proses hanya ada satu penyedia asal luar yang memenuhi syarat. Elizabeth juga mengingatkan kontraktor untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin dan tidak mensia-siakan tawaran bantuan dari Wali Kota untuk mengatasi kendala-kendala yang mereka hadapi.

Yoseph selaku pengawas pekerjaan misbar mengakui karena konstruksi ini tidak biasa di Kota Kupang mereka mengalami kesulitan dalam pengadaan material seperti bambu yang sesuai spesifikasi, untuk menekankan nuansa lokal. Kendala lain yang mereka alami menurutnya karena pekerjaan ini menjelang akhir tahun sementara aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan Kota Kupang pada bulan-bulan ini lebih memprioritaskan bongkar muat sembako, maka butuh bantuan Pemkot Kupang agar bongkar muat material pendukung proyek ini bisa terlaksana dan tidak terlambat.

Dalam pertemuan tersebut Wali Kota Kupang didampingi oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si dan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si. Selain mendengarkan pemaparan dari kontraktor perencana dan pengawas, dalam pertemuan tersebut dilakukan penyerahan surat pemberitahuan secara simbolis dimulainya pekerjaan konstruksi misbar serta penandatanganan berita acara serah terima lapangan. *PKP/nt_ans_let*

Leave a Reply

Your email address will not be published.