25 June 2022

Direktorat Pemberdayaan Informatika (Dit PI) Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kupang menyelenggarakan Seminar Literasi Digital di STIKOM Uyelindo Kupang, Selasa (3/3) bertemakan “Masyarakat Cakap Literasi Digital”. Kegiatan dihadiri sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi serta perwakilan siswa-siswi SMK se-Wilayah Kota Kupang.

Mewakili Walikota Kupang, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Asisten 3 Sekda) Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt dalam kesempatannya membuka acara menyampaikan terima kasih kepada pihak Kementerian Kominfo RI yang bersedia datang dan memberikan pencerahan tentang literasi digital di Kota Kupang. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak STIKOM Uyelindo yang telah menjadi tuan rumah untuk terselenggaranya seminar literasi digital.

Hadir sebagai pemateri antara lain Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, SH, MH mewakili Kepala Dinas, Indriyatno Banyumurti dari ICT Watch, Bagio Prihartono, Kepala Seksi Penerapan Literasi Digital pada Kementerian Kominfo RI, sedangkan bertindak sebagai moderator dalam seminar tersebut, Kepala Bidang Layanan e-Government pada Dinas Kominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta , SSTP, MM.

Ir. Eduard John Pelt menyebutkan, dalam visi Kota Kupang ada disebutkan dua kata kunci yang berhubungan langsung dengan hal literasi digital, yakni layak huni dan cerdas. Karenanya kegiatan literasi digital yang digagas Kementerian Kominfo RI ini perlu mendapat dukungan semua pihak, “Visi pembangunan Kota Kupang adalah terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas KKN. Kata kunci ‘layak huni’ dan ‘cerdas’ berhubungan dengan kegiatan hari ini, bahwa untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan dari masyarakat pada umumnya, juga untuk mempersiapkan Kota Kupang menjadi kota yang layak huni bagi masyarakat dan bagi para tamu yang mau hadir di kota ini, kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan karena sangat baik.“

Lebih lanjut, Ir. Eduard John Pelt mengungkapkan bahwa pengguna perangkat digital terus berkembang, termasuk di Kota Kupang, kegiatan ini sangat berguna terutama agar masyakat melek dan paham bagaimana menghadapi perkembangan digital yang ada. Sebab selalu ada sisi positif tapi juga negatif, “ada positif dan juga dampak negatifnya dari perkembangan digital. Ini bentuk persiapan menghadapi revolusi 4.0 dan tentu harus kita persiapkan secara baik. Sehingga kita bisa mengantisipasi sisi negatifnya, menjadi santun dalam menggunakan internet di era digital. Berharap kegiatan ini membawa manfaat dan dapat diteruskan oleh para peserta, terutama oleh lembaga-lembaga pendidikan.”

Asisten 3 Sekda itu juga menggarisbawahi pentingnya pihak perguruan tinggi di NTT untuk terus membantu Pemerintah untuk menyuarakan hal-hal baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, “kegiatan ini dirasa tepat dilaksanakan di STIKOM Uyelindo, sebuah Perguruan Tiinggi di NTT pencetak sumberdaya manusia handal di bidang IT, oleh sebab itu kami sangat berharap STIKOM dapat menjadi corong, membantu pemerintah Kota Kupang maupun pemerintah pusat, dalam melanjutkan literasi digital kepada warga kampus,” ujarnya.

Menurut M. Alan Yoga Girsang, SH, MH, Pemkot Kupang dalam mewujudkan Kota Kupang sebagai metropolitan yang layak huni serta cerdas bagi masyarakat maupun pendatang melalui program Kupang Smart City berupaya memfasilitasi pemanfaatan internet secara luas guna menunjang berbagai aspek kehidupan masyarakat, “untuk itu kegiatan literasi digital jelas merupakan dukungan bagi Pemkot dalam mengedukasi masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa dalam memanfaatkan internet secara baik, sehingga tujuan program Smart City di Kota Kupang dapat terwujud,” jelas mantan Kabag Hukum di Setda Kota Kupang tersebut.

Sementara itu Ketua STIKOM Uyelindo Kupang, Marinus I. J. Lamabelawa, S.Kom, M.Cs, dalam sekapur sirihnya mengungkapkan harapannya agar kegiatan seminar literasi digital ini dapat menambah wawasan pengetahuan para peserta untuk bisa semakin bijak dalam menghadapi tantangan di era digital, “bagi kami hal digital ini sudah menjadi darah daging, namun kami berharap optimis kegiatan seminar literasi digital hari ini dapat semakin menambah wawasan kita semua, terutama adik-adik peserta sehingga kita bisa secara bijak menghadapi revolusi digital 4.0,” pungkasnya.

Indriyatno Banyumurti dari ICT Watch mengatakan konsep literasi digital sangat erat dengan penggunaan media digital, dalam hal ini penggunaan media internet, “menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk, termasuk menciptakan, mengolaborasi, mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Lebih lanjut katanya, literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban hoaks, atau korban penipuan berbasis digital. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif. Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama.

Bagio Prihartono menjelaskan tujuan dari seminar ini adalah untuk mengedukasi masyarakat khususnya pelajar dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi dengan menggunakan teknologi digital dan alat-alat komunikasi atau jaringan, “kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat khususnya pelajar dalam menggunakan teknologi digital dan alat-alat komunikasi atau jaringan,” jelasnya.

Selain itu dalam seminar literasi digital tersebut para peserta diberikan kesempatan langsung untuk mempraktekkan secara langsung pemanfaatan Teknologi Digital untuk semakin memahamia aturan, norma dan etika terkait pemanfaatan Teknologi Digital. @PKP/Kominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published.